oleh

BC Batam Tahan 24000 Ton Limbah Beracun, Pengusaha Rugi Miliaran

Citra-Shipyard-Ship-Building-and-Repair

 

Ket : Asosiasi pengusaha limbah B3 ketika memberikan keterangan pers di Nongsa, Jumat (8/2)

 

Batam, (PR)

Bea Cukai Batam menahan 60 kontainer dan 24 ribu ton limbah berbahaya dan beracun (B3) di Pelabuhan Batuampar dan di KPLI Kabil. Penahanan itu karena tidak ada izin pengiriman ke luar Pulau Batam.

Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Limbah (Aspel) B3 Indonesia Barani Sihite menyatakan bahwa ditahannya pengiriman limbah B3 disebabkan DLH tidak mau untuk pengiriman limbah suratnya pakai Free Trade Zone (FTZ), dimana pengelola limbah B3, karena UU berlaku secara nasional.

“Mau FTZ kek, pengiriman masuk dan keluar harus sama dengan daerah lain. Nah, disinilah polemiknya dari UU sudah benar DLH, tetapi BP Batam ada UU yang tersendiri mengatur. Namun, Bea Cukai dengan segala kewenangan tidak sinkron dan tidak saling mendukung antara kedua instansi tersebut,” kata Sihite didampingi
Ketua Harian Asple B3 Indonesia, Arlon Veristo, saat gelar konferensi pers di Nongsa Batu Besar, Jumat (8/2).

Menurut Sihite, tidak ada wewenang Bea Cukai menahan pengiriman limbah B3. “Memang betul ada wewenang mereka yang mengawasi barang masuk dan keluar dari Batam. Tapi tidak juga ditahan dong, hanya masalah surat keterangan terdaftar limbah SKT, Bea Cukai menahan pengiriman limbah B3,” katanya.

Di tempat yang sama, Arlon Ketua Harian Asple B3 Indonesia mengatakan bahwa limbah yang ada di Batam tertahan karena Bea Cukai.

“Limbah ini disamakan dengan barang oleh Bea Cukai padahal sudah jelas jenisnya beda, tentunya efeknya akan berbeda,” tegas Arlon.

Kalau ditahan limbah B3, kata Arlon,
tentunya akan menumpuk di Batam dan tidak baik bagi lingkungan. Meskipun demikian pihaknya, berharap regulasi limbah ini berjalan dengan seperti biasanya.

“Semenjak ditahan pengiriman limbah B3 ke luar dari Batam, selama dua pekan menjadi polemik terhadap pengusaha limbah di kota Batam, bahkan akibatnya rugi miliaran,” ucap Arlon.

Terpisah, Kepala Bidang Humas KPU BC Batam, Sumarna menerangkan bahwa pengeluaran limbah B3 dari Batam belum dapat dilakukan, sejak KPK menemukan 3 kontainer limbah B3 di Tanjungpriuk dari Batam sebagai temuan.

“Ini sebagaimana intruksi dari Dirjen BC Pusat, pengeluaran limbah B3 dari Batam ini dilarang, sampai ada keputusan dari KPK dan Pimpinan Pusat. Dan ini belum kelar,” kata Sumarna.

Sebab, kata Sumarna, sepertinya limbah B3 yang dikirimkan dari Batam disinyalir limbah dari luar negeri. “Dan masih dalam proses dari pihak KPK dan Dirjen BC Pusat,” ujar Sumarna. (Pr Batam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed