oleh

Dispusip Pekanbaru Kembali Gelar Webinar Nasional, Kali Ini Bertaja “Sastra Hijau”

PEKANBARU, PUTERARIAU.com – Dinas Perpustakan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Pekanbaru, kembali menggelar Webinar Nasional dengan mengusung tema “Sastar Hijau”, Sabtu 17 Oktober 2020 yang dimulai dari pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB. Dalam Webinar ini menggunakan aplikasi Zoom Meeting dan juga dapat diakses melalui live streaming Youtube @Dispusip Pekanbaru.

Webinar yang diadakan Dispusip kali ini merupakan Webinar yang ke 3 dalam minggu ini. Narasumber dalam kegiatan Webinar Nasional ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Pekanbaru menghadirkan Ketua Penyair Perempuan Indonesia Kunni Masrohanti, dan Penggerak Sastra Hijau Bambang Karyawan Ys. Selain peserta dari Pekanbaru, Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari seluruh Indonesia,.

Kepala Dinas Dispusip Tennas Effendy Pekanbaru Ir. Nelfi Yonna MSi menjelaskan, acara ini merupakan rangkaian Webinar bincang literasi secara daring yang terselenggara dengan kerjasama antara Dispusip Pekanbaru dengan beberapa forum masyarakat yakni forum Lingkar Pena, forum gerakan masyarakat minat baca, forum taman bacaan masyarakat Pekanbaru dan juga Ikatan Pustakawan Indonesia kota Pekanbaru.

“Webinar ini sengaja kita taja untuk menumbuhkan budaya dan minat baca masyarakat khususnya Pekanbaru, dan juga meningkatkan literasi meskipun dimasa pandemi Covid-19,” kata Nelfi.

Kondisi pandemi Covid-19 tidak menjadi penghalang bagi Dispusip untuk terus gencar menumbuhkan dan meningkatkan minat baca masyarakat khususnya Pekanbaru. Salah satunya kegiatan Webinar Nasional tentang literasi sastra hijau ini merupakan bagian dari kontribusi Dispusip dalam mendukung visi pekanbaru yakni smart city yang madani dimana salah pilarnya adalah masyarakat yang smart people.

“Giat ini diselenggarakan untuk mendukung green city dalam mendukung percepatan pilar smart people dan smart living, dan sebagai bagian dari transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial,” ujar Nelfi.

Kadis Dispusip Pekanbaru menambahkan, dengan memanfaatkan kekuatan kata – kata argumentatif dan gambar yang relevan dengan tema maka akan menghadirkan puisi – puisi yang sarat pesan tentang lingkungan dan menggugah hati nurani. Puisi – puisi hijau yang merupakan bagian dari sastra berpotensi menggelitik pembaca untuk larut membayangkan kondisi bumi melalui tiap bait – baitnya. Sudah saatnya generasi milenial ke depan mengenal banyak hal tentang “rumah bumi” nya ini.

“Kita menaruh harapan kepada para generasi penerus, melalui sastra mereka bisa memahami segala derita bumi dan munculnya kepedulian untuk menjaga dan merawat lingkungan alam sekitarnya,” tutup Nelfi. (****)

Komentar

News Feed