oleh

Honor Tak Kunjung Cair, Ketua RT dan RW Se-Pekanbaru Minta Pemko Pekanbaru Tunaikan Janjinya

Pekanbaru, (PR)

Pembayaran honor atau insentif Ketua RT dan RW di Kota Pekanbaru masih tergantung alias belum jelas meskipun banyak janji-janji Pemerintah Kota Pekanbaru yang telah diumbar pada publik. Ketidakjelasan ini menimbulkan kontroversi di kalangan RT/RW se-Kota Pekanbaru apakah tidak ada anggaran lagi disaat Pemerintah menggaungkan ekonomi meroket ?

Seputar insentif RT/RW ini, Walikota Pekanbaru, DR. H Firdaus ST MT bahkan sudah memberikan sinyal akan segera direalisasikan secepatnya.

“Insya Allah untuk tahun 2019 ini, honor RT dan RW akan segera kita bayar. Untuk 2018 kita tunggu audit BPK. Karena itu bukan hanya RT dan RW, Pak Wali juga,” kata Walikota Pekanbaru Dr Firdaus MT, dua pekan lalu (14/2/2019).

Diakui Walikota, insentif dan tunjangan kinerja jajaran Pemko Pekanbaru tidak bisa dibayarkan lantaran tidak ada anggaran. Untuk itu, Pemko masih menunggu audit keuangan tahun anggaran 2018, yang kini masih berjalan.

“Itulah kondisi keuangan kita, Insya Allah dalam audit BPK kita mengukur kinerja dan neraca keuangan APBD kota tahun 2018, untuk ditindaklanjuti di 2019 ini,” kata Firdaus.

“Kita bayarkan di perubahan, untuk yang tersisa pembayaran 4 bulan di 2018,” jelas Firdaus jika rekomendasi BPK memungkinkan.

Data yang diperoleh, saat ini jumlah RW mencapai 763. Sedangkan jumlah RT sebanyak 3.081. Jumlah itu tersebar di 12 Kecamatan dan 83 Kelurahan.

Jika jumlah RW sebanyak 763 orang dan jumlah insentif perbulan sebesar Rp650 ribu perbulan, total yang harus dibayar Pemko Pekanbaru sebesar Rp495.950.000. Jika ditotal tunggakan selama empat bulan, nilainya mencapai Rp1.983.800.000.

Sedangkan untuk jumlah RT yang mencapai 3081 orang dengan insentif sebesar Rp500 ribu perbulan, total yang harus dibayarkan Pemko mencapai Rp1.540.500.000. Jika ditotal tunggakan empat bulan mencapai Rp6.162.000.000. Artinya, tunggakan untuk insentif RW dan RT selama empat bulan mencapai Rp8.145.800.000. Jumlah itulah yang belum dibayarkan Pemko Pekanbaru sampai hari ini.

Pemko Pekanbaru Jangan Umbar Janji Palsu

Ketua Forum RT/RW Kota Pekanbaru, Bambang Ermanto menyampaikan ucapan terima kasih atas niat Pemko Pekanbaru untuk membayar 2 bulan insentif RT dan RW bulan Januari dan Februari.

“Tapi kami mengharapkan dan yang paling utama Pemko Pekanbaru membayarkan 4 bulan yang tertunda di tahun 2018 seperti janji Walikota Pekanbaru yang telah menyampaikan di berbagai media. Kami ingin Pemko Pekanbaru membayarkan dahulu insentif RT dan RW 4 bulan di tahun 2018 dahulu, kalau masalah BPK, kan insentif itu sudah dituangkan dalam DPA tahun lalu, kenapa tidak dibayarkan itu yang seharusnya jadi persoalan,” ujarnya.

Pihaknya sekarang meminta kejelasan apa sebenarnya terjadi. Apakah bisa dibayarkan ataukah hangus. “Janganlah dikasih janji-janji muluk saja, namun pada akhirnya kami RT dan RW gigit jari,” ucapnya.

Menurut Ketua Forum RT dan RW, Pemko Pekanbaru berjanji untuk membayar 4 bulan di tahun 2018 di bulan Maret ini. “Kita tunggu saja. Janji palsu atau janji tinggal janji,” tutupnya.

Sementara itu, Plt Kepala BPKAD Pekanbaru, Soffaizal mengatakan terkait kekurangan pembayaran honor RT dan RW tahun 2018 saat ini sedang dilakukan audit oleh BPK RI.

“Kita msh menunggu Hasil audit ini nantinya yang akan dijadikan acuan untuk penganggaran kekurangan pembayaran di tahun 2018,” katanya.

Ditanya berapa besar kemungkinan bisa dibayarkan, ia enggan menjawabnya. “Kita tunggu ajalah hasil auditnya ya,” pungkasnya. (pr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed