oleh

Mantan Presma Polbeng Kecam Aksi HMI di Kejati, Korupsi di Riau Banyak di 12 Kabupaten/Kota, Kenapa Hanya Bengkalis Jadi Sorotan?

Bengkalis, (PR)

Syahputra, mantan Presma Politeknik Bengkalis kecewa Atas aksi demonstrasi HMI Badko Riau-Kepri (11/01/2021), terdiri dari beberapa orang dengan tuntutan usut tuntas kasus mantan Bupati Bengkalis dan keterlibatan Kasmarni Bupati terpilih di depan Kejati Riau yang menimbulkan kejanggalan.

“Aksi di depan Kejati tersebut kami lihat notabenenya tidak ada yang anak Kabupaten Bengkalis rata-rata semua anak luar daerah Bengkalis,” katanya.

Syahputra menambahkan, memang betul untuk menyampaikan pendapat di muka umum tidak dilarang untuk warga negara Indonesia, apalagi mahasiswa adalah agen perubahan dan mahasiswa juga agen kontrol, tetapi apakah hanya Bengkalis saja yang harus dikontrol dan didemo sementara perkara mantan Bupati Bengkalis ini sedang ditangani KPK.

“Sama-sama kita ketahui penanganan hukum di Indonesia tidak boleh tumpang tindih, kalau satu lembaga yang satu lembaga saja sampai selesai tidak boleh kita minta dan paksakan berpindah-pindah seakan-akan adanya pesanan dan tendensius, kalau mau menyuarakan kasus korupsi suarakan semuanya, Riau mempunyai 12 Kabupaten dan kota yang juga banyak dugaan korupsi. Coba semuanya didemo kalau memang iya kawan kawan yang di depan Kejati kemaren agen perubahan dan agen kontrol kami tunggu dan kami tantang saudara-sudara untuk suarakan permasalahan di tiap-tiap daerah di Provinsi Riau ini,” ujarnya.

Ditambahkannya bahwa mereka tidak mau karena aksi yang notabenenya tidak ada anak Bengkalis ini membuat kegaduhan dan menimbulkan isu-isu miring di Kabupaten Bengkalis.

“Kami mahasiswa Bengkalis menolak aktivis pahlawan kesiangan yang akan membuat onar dan mengobok-obok di Kabupaten Bengkalis yang hari ini Kabupaten Bengkalis aman, damai dan kondusif dan kami menduga keras aksi demonstrasi tersebut di tunggangi oleh oknum yang mempunyai hajat buruk,” ungkapnya. (pr)

Komentar

News Feed