oleh

Menelisik WNI di Negeri Jiran Malaysia

 

Puterariau.com, Batam—Warga Negara Indonesia (WNI) masih terus berdatangan ke negeri jiran Malaysia untuk mencari nafkah, setiap hari WNI terus datang. Untuk masuk ke negeri jiran tersebut WNI bukannya mudah dan tak segampang dikira.

Mereka masuk melalui pintu tikus atau yang kerap disebut Pelabuhan ilegal dan sebagian melalui pelabuhan resmi. Pekerjaan,  yang ngampang dan mudah didapat jadi tergiur para WNI untuk beradu nasip di Malaysia.

Sulitnya mendapatkan pekerjaan di tanah air, dengan rela dan terpaksa harus meninggalkan sanak-saudara di kampung halaman untuk jadi TKI.

Dominan para TKI yang resmi,  bekerja di sektor peladangan sawit/ kilang Crude Palm Oil (CPO), hingga pembantu rumah tangga dengan ikatan kontrak yang telah diatur oleh
Agen masing-masing.

Sementara itu, Gusti selaku kepala kantor Imigrasi Indonesia yang berada di Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Johor Bahru membernarkan bahwa setiap hari WNI terus meningkat di Malaysia.

“Dari hasil selisik kami, mereka rela berkerja di peladangan dengan semangat tak pandang lelah, sementara untuk legalitas seperti paspor juga antusias untuk mengurus kembali,” katanya pada pewarta ketika berbincang di Kantor Imigrasi Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, Selasa (5/3/2019).

Jika paspor para WNI habis atau izin sudah habis mereka bisa mengajukan permohonan kembali tidak perlu lagi untuk pulang ke tanah air, kalau hanya untuk pengusuruan paspor.

“Rata-rata pengajuan permohonan paspor baru dan perpanjangan 250 orang yang kami layani setiap hari diwaktu hari Minggu hingga Kamis, karena untuk pelayanan administrasi di Malaysia dibuka pada hari itu,” ucap pria yang pernah menjabat di Sukarno Hatta.

 

Ia menambahkan, bahwa WNI juga banyak dipulangkan ke Indonesia lantaran para pekerja tersebut yang kelebihan izin tinggal atau overstayer.

“Setelah melalui Detensi, baru bisa dikirim ke kampung halaman masing-masing. Dalam beberapa bulan lalu, ratusan WNI yang telah dipulangkan,” sebutnya.(Agus)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed