oleh

Proyek Penerangan Jalan Umum Di Pekanbaru Diduga Jadi Ladang Korupsi

Citra-Shipyard-Ship-Building-and-Repair

Pekanbaru, (PR)

Proyek milyaran rupiah di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru diduga kembali menjadi ladang pendapatan bagi oknum pejabat. Hal ini terlihat dalam penggantian sekitar 25.000 bohlam lampu penerang jalan umum (PJU) dengan lampu hemat energi dengan alasan untuk menekan biaya pemakaian listrik bulanan.

Proyek ini patut diapresiasi sebagai langkah memajukan daerah dengan tujuan dilakukannya pengantian bola jantung dengan hemat energi guna menekan pemakaian listrik PJU yang membebani anggaran pemerintah daerah mencapai sekitar Rp.12 miliar per bulan.

Lampu hannochs yang dipasang dalam proyek PJU

Diketahui bahwa bola lampu hemat energi ini besar dayanya 62 watt. Sedangkan sebelumnya, lampu jantung itu rata-rata 500 watt per bola. Dengan adanya pergantian lampu ini tentu akan menghemat anggaran sekitar 50 persen.

Dengan penggantian sebanyak 25 ribu bola PJU ini nantinya diharapkan akan membuat pembayaran tagihan menjadi hemat dan efisien.

Namun muncul pertanyaan apakah pergantian lampu ini sudah melalui kajian
Detail Engineering Design (DED) ? Atau hanya dilakukan seketika dengan ajian simsalabim semata ?

Kemudian apakah bohlam tersebut sudah sesuai standar penggunaan lampu PJU menurut Undang-Undang dan Perwako Pekanbaru ? Tentu menjadi perhatian selanjutnya. Lalu, apakah di segi teknis, efisiensi lampu LHE yang dipasang di APBD 2018 bisa dipertanggung jawabkan ?

Dalam hal ini berapa nilai Igress Protection (IP) LHE yang dipasang pada APBD 2018, tentu ini menjadi perhatian publik untuk membuka tabir proyek pengadaan lampu PJU di Kota Pekanbaru.

Seorang warga Pekanbaru, Agus mengatakan bahwa memang benar PJU di daerahnya diganti dengan bola lampu merek Hannochs. Namun dirinya merasa aneh bahwa lampu buat rumah dipasang di jalan.

Apakah sudah standar ? Dirinya berharap upaya penggantian lampu ini untuk efisiensi tagihan lampu, bukan efisiensi proyek lampu. (pr/rl)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed