oleh

Romi Noverlis : Hari Guru Masih Sebatas Retorika Jika Nasib Guru Masih Diabaikan

Citra-Shipyard-Ship-Building-and-Repair

Pekanbaru, (PR)

Tahukah mereka berapa gaji guru honor ? tahukah mereka berapa bulan bekerja baru menerima gaji ? Guru benar-benar pahlawan tak berjasa, mereka dibutuhkan saat ada kepentingan, tak ubah pepatah habis manis sepah dibuang.

Guru terkesan hanya jadi sasaran lumbung suara kepentingan politik. Sebab, mereka meyakini jika guru sudah digaungkan dengan pencitraan mereka, tentu publik akan bersimpati. Sekali lagi, guru jadi ajang politik bagi mereka saat ini.

Mengenai hal ini, diungkapkan oleh Ketua Forum Guru Bantu Propinsi Riau Kabupaten Inhil, Romi Noverlis SPd SH pada Putera Riau.

Tepat pada hari guru ini, Romi menyatakan bahwa semua kalangan mengucapkan selamat hari guru yang jatuh pada tanggal 25 November. Tapi itu hanyalah sebuah ucapan dan retorika saja untuk membahagiakan sejenak para guru. Pada kenyataannya, tahukah Pemerintah dan pemerhati pendidikan tentang hak dan kewajiban guru terutama guru honor ?

Romi mengkritisi para penguasa yang seakan buta terhadap dunia pendidikan saat ini. Dunia pendidikan seakan diukur melalui angka-angka keberhasilan saja tanpa melihat realita. “Berapa banyak guru di pelosok negeri sibuk mencerdaskan anak bangsa, tapi dimanakah hati nuranimu yang tak kunjung pernah memperhatikan nasib guru,” ucap Romi.

Ia menganalogikan seandainya tidak ada guru di negeri ini apa jadinya moral dan akhlak generasi bangsa. “Apakah ini yang disebut dengan zaman now, dimana guru tidak lagi punya kekuatan dan hak untuk mendidik anak didik ? salah bertindak hukum menanti, sementara menjadi profesi seorang guru tidaklah semudah yang dibayangkan orang. Mengajar semua orang bisa, tapi tidak semua orang bisa mendidik, tapi begitulah adanya zaman now. Suka atau tidak suka harus dijalani karena tugas dan tanggung jawab harus dilakukan meskipun hak itu sering sekali dikesampingkan,” bebernya.

Sebagai seorang guru, Romi pun tak lupa mengucapkan terima kasih pada guru atas jasa dan pengorbanan selama ini. “Aku akan selalu ingat jasamu. Tunggu diriku menjadi penguasa, akan kubalas semua jasamu dengan kesejahteraan yang layak dan manusiawi sebagaimana engkau memanusiakan manusia. Andaikan aku tidak menjadi penguasa itulah aku yang tidak tahu bagaimana cara membalas jasa mu,” sebut Romi menjelaskan. (pr)

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed