oleh

Wibisono SH MH : Pemindahan Ibukota Ke Kalimantan Disinyalir Demi Proyek New Jakarta 2025


Jakarta, (PR)

Ketika Presiden Jokowi menyuguhi rakyat Indonesia dengan mimpi berbagai wacana pemindahan Ibukota negara RI, para Taipan China sibuk membuat peta pencaplokan penguasaan wilayah Jabodetabek.

Bahkan, pemindahan Ibukota ke Kalimantan saat ini bukan lagi sekadar wacana pasca Presiden Jokowi secara resmi meminta izin dan dukungan DPR untuk memindahkan Ibukota ke Pulau Kalimantan dalam pidato kenegaraannya di sidang tahunan MPR/DPR pada Jumat lalu (16/8/2019).

Para pejabat di era pemerintahan Jokowi-JK pun telah membuat UU dibolehkannya asing memiliki tanah dan rumah, agar perusahaan 9 naga dapat berbagi lapak penguasaan wilayah Indonesia untuk proses persiapan penyatuan Jabodetabek menjadi New Jakarta 2025 dengan menjadikan wilayah utara Jakarta serta pulau reklamasi hingga Pelabuhan New Tanjung Priok di bawah penguasaan perusahaan Taipan Aseng Li Ka Shing.

“Sedangkan wilayah Tangerang Selatan hingga kabupaten Tangerang menjadi jatah PT. Sinar Mas Group dan Lippo Group. Sementara Bekasi menjadi jatah wilayah PT. Sinarmas Group, PT Sumarecon Agung dan Lippo group,” ungkap pengamat militer dan infrastruktur nasional, Wibisono SH MH.

Secara diam-diam, perusahaan properti milik 9 naga kini telah menghabisi wilayah persawahan di Kota Bekasi hingga Kabupaten Bekasi. Sedangkan dari Bekasi hingga perbatasan Karawang dan Bogor (Jonggol) semua kini terkoneksi oleh properti milik taipan China lainnya.

Lippo Group ambil wilayah Kabupaten Bekasi dengan konsep Meikarta yang kedepannya menjadi wilayah perbatasan New Jakarta 2025 dengan Jawa Barat menyambung dari Bogor hingga Tangerang, menjadikan satu kesatuan sabuk lingkaran yang memutari New Jakarta 2025 .

Peta New Jakarta 2025 dilingkari oleh properti milik 9 naga, ibarat melingkar seperti tembok China dari Bekasi, Bogor sampai Tangerang dengan mendatangkan 10 juta penduduk dari China yang nantinya memilki dua Kewarganegaraan WNI dan China Tiongkok.

Bisa saja penduduk pribumi di kawasan pelabuhan New Tanjung Priok akan digusur/diusir ke pinggir Jakarta karena nantinya wilayah utara Tanjung Priok oleh pemerintahan Jokowi periode kedua kekuasaannya, maka daerah itu akan dimiliki oleh pengusaha Li Ka Shing mirip Singapura.

Mereka telah berbuat nakal dengan membangun megara dalam negara, lewat New Jakarta 2025 dilingkari tembok properti milik para taipan mirip tembok China (Bekasi, Bogor dan Tangerang) sehingga nantinya pribumi terbuang dari wilayah New Jakarta 2025 entah kemana.

“Oleh karena itu, kenapa pemindahan ibukota seperti terburu-buru ? Apa ada kaitan dengan asing dan proyek OBOR ? Inilah yang perlu kita cermati bersama, semoga bangsa ini sadar,” ungkap Wibisono. (beni/pr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed