fbpx
Example 728x250
Breaking NewsHedalineJakartaNasionalSeputar IndonesiaSosial dan Politik

Calon Ibukota Negara Dikepung Asap, Pernyataan Presiden Jokowi Perlu Dikaji Ulang

1536
×

Calon Ibukota Negara Dikepung Asap, Pernyataan Presiden Jokowi Perlu Dikaji Ulang

Sebarkan artikel ini


Jakarta, (PR)

Kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Timur belum bisa teratasi hingga saat ini. Titik api masih menyebar di semua Kabupaten dan Kota. Pekan ini semakin parah dan sangat memprihatinkan.

Menurut pengamat infrastruktur dan lingkungan hidup, Wibisono SH MH di Jakarta, Selasa (17/9/2019) bahwa ada 2 Kabupaten yang digadang-gadang sebagai lokasi pemindahan ibukota negara yang terdampak api dan asap yang pekat. Yakni Kutai Kertanegara dan Penajam Paser Utara.

“Kajian bahwa di Kaltim terbebas dari bencana Karhutla sekarang telah terbukti tidak benar, faktanya Provinsi ini terpapar oleh asap,” kata Wibi.

Sementara itu Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor memerintahkan tim gabungan dari dinas terkait dibantu TNI/Polri berusaha memadamkan api di beberapa lokasi.

“Hingga kini tim sedang melakukan pemadaman dan menghalau api biar tidak meluas,” ungkap Isran di Kantor Gubernur Kaltim Samarinda, Senin (16/9/2019).

Berdasarkan laporan yang ia terima, kata Isran, titik api di Kaltim tidak sebanyak di Provinsi lain di Pulau Kalimantan seperti Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat ataupun Kalimantan Selatan.

Sehingga dampak kabut asap yang ditimbulkan pun belum menunjukkan memburuk atau masih kategori aman.

Dalihnya, tebalnya kabut asap di Kaltim dipicu arah angin dari tenggara dan barat daya menuju Kaltim.

Sedangkan di Balikpapan, kebakaran lahan dan angin kencang di Jl Prona Balikpapan membuat petugas kewalahan.

Seperti kebakaran lahan yang terjadi pada Senin (16/9) di kawasan Jl. Prona 3 Kelurahan Sepinggan Kecamatan Balikpapan Selatan.

Kebakaran di kawasan ini membuat para petugas pemadam kebakaran dari BPBD Kota Balikpapan dibantu unsur relawan lainnya kewalahan.

“Maka dari itu saat Presiden mengumumkan pemindahan ibukota bahwa Kaltim minim bencana alam, saat ini tidak terbukti. Bappenas perlu mengkaji ulang terutama tentang lingkungan hidup, sebelum nantinya jadi masalah apabila ibukota jadi pindah di Kaltim,” pungkas Wibi. (beni/pr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *